MAJENE, Justicenews.id—Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Faperhut) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) terpilih prode 2026-2030 Dr.Nurlaela, S.P, M.Si resmi dilantik oleh Rektor Unsulbar Prof.Dr.Muh.Abdy,M.Si.
Selain Dr.Nulaela yang dilanti Dr.Hirman Rachman, S.Si., M.Si,juga resmi dilantik sebagai Dekan Fakuktas Matematika dan Imu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Selasa 20 Oktober 2026 di Aula Kampus Pazda-pazdang Kelirahan Tande Kaupaten Majene.
Rektor Unsulbar Prof. Dr. Muhammad Abdy, S.Si.,M.Si., dalam sambutannya berharap dekan yang baru dilantik diharapkan mampu membawa Fakultas yang dipimpinnya semakin maju dan memiliki daya saing berbasis teknologi yang kia. Berkembang saat ini.

“Harapan kepada dekan yang baru dilantik akan mampu mengelola kemajuan Fakultas
Masing-masing yang berdaya saing mengikuti perkembangan teknologi digital dan menjadi Fakuktas yang dipaporitkan dan menjadi pilihan calon mahasiswa Unsulbar ke depan,” terang Guru Besar Matematika ini.
Ditambahkan, penguatan tata kelola akademik menjadi salah satu hal penting yang perlu terus dilakukan. Dengan tata kelola yang baik, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mahasiswa dapat berjalan optimal sehingga mahasiswa memperoleh proses pembelajaran yang semakin baik.
Sementara itu Dekan Fapertahut Dr. Nurlaela,S.P.M.Si. mengatakan bahwa program yang akan dilaksanakan seperti yang tertuang dalam visi dan misi yang seelara dengan arah kebijakan nasional di bidang pendidikan tinggi. Kepemimpinan Fapertahut periode 2026–2030, Yang akan diarahkan untuk membangun ekosistem fakultas yang kolaboratif, transparan, adaptif, berorientasi pada mutu, serta akuntabel.

“Seluruh pelaksanaan Tri Dharma, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian, pengembangan sumber daya manusia hingga kemitraan, diharapkan mampu menghasilkan manfaat nyata bagi universitas, masyarakat, maupun daerah,” ujar Nurlaela.
Ia mengusung visi menjadikan Fapertahut Unsulbar sebagai fakultas yang unggul dalam pengembangan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian serta kehutanan berbasis kebudayaan pada 2030. Visi tersebut diarahkan untuk mendukung pertanian berkelanjutan, kelestarian hutan, sekaligus menjawab berbagai persoalan di tingkat lokal, nasional, hingga global.
“Saya berharap 2030 nanti menjadi tonggak penting pencapaian Fapertahut dalam mendukung terwujudnya visi Unsulbar 2040 sebagaimana tertuang dalam Renstra Universitas,” pungkasnya.(Ali)
