DAERAH  

BPBD Sulbar Dorong Penguatan Destana, Wujudkan Masyarakat Siap Hadapi Bencana

MAMUJU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong penguatan program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang sadar, siap, dan mampu menghadapi ancaman bencana.

Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan bahwa pengembangan Destana merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka untuk memperkuat ketahanan daerah dari tingkat paling dasar, yakni desa dan kelurahan.

Perlu Dibaca  Tingkatkan Akuntabilitas Kinerja, Dinsos P3A dan PMD Sulbar Hadiri Rapat Teknis SAKIP 2026

“Ketangguhan tidak hanya diukur dari infrastruktur yang berdiri kokoh, tetapi juga dari pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kepedulian warganya. Desa dan kelurahan harus menjadi garda terdepan dalam upaya pengurangan risiko bencana,” ujar Yasir Fattah, Rabu 18 Februari 2026.

Melalui program Destana, BPBD Sulbar melakukan penguatan kapasitas masyarakat dengan pelatihan kebencanaan, penyusunan rencana evakuasi mandiri, pembentukan relawan desa, serta pengembangan sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, dunia usaha, dan komunitas terus ditingkatkan agar tercipta sinergi dalam menghadapi potensi bencana.

Perlu Dibaca  DKPPKB Sulbar Percepat Perbaikan Layanan Publik, Dorong Kinerja OPD Lebih Inovatif dan Responsif

Menurut Yasir Fattah, desa dan kelurahan diarahkan menjadi ruang aman bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Dengan kesiapsiagaan yang terbangun sejak dini, dampak bencana dapat diminimalkan dan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.

Perlu Dibaca  Data PAD Jadi Perhatian, Bapenda Sulbar Perkuat Koordinasi Pengelolaan Pendapatan dengan BPK

“Semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Sulawesi Barat yang tangguh. Ketika masyarakat memahami risiko dan tahu apa yang harus dilakukan, maka kita telah selangkah lebih maju dalam melindungi daerah ini dari ancaman bencana,” tutup Yasir Fattah. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *