Majene, Justicenews.id—-Memasuki musim kemarau yang mulai terasa di berbagai wilayah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak membakar sampah secara sembarangan.
Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya risiko kebakaran lahan dan permukiman penduduka akibat kondisi cuaca yang kering dan berangin.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majene, Suardi, S.Ag, M.Pd menyampaikan, cuaca panas yang berkepanjangan dapat mempercepat penyebaran api, terutama jika masyarakat masih membakar sampah di lahan terbuka.
“Kami dari BPBD Majene mengingatkan seluruh warga agar tidak membakar sampah, terutama di lahan kosong, pekarangan atau dekat permukiman. Kebiasaan ini sangat berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, ” ungkap Suardi.
Ia juga menghimbau melarang membakar sampah dilokasi yang mudah memicu terjadinya kebakaran, BPBD juga mengajak masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan sekitar agar tetap aman dan bersih. Warga juga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran atau asap mencurigakan melalui layanan BPBD Majene.
“Peran serta dari seluruh masyarakat sangat penting. Jangan anggap remeh api kecil. Satu puntung rokok atau pembakaran rumput bisa menjadi penyebab kebakaran besar di musim kemarau ini,” tegas Suardi
Suardi menyampaiakan, Sebagai langkah antisipasi, BPBD terus melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat melalui RT/RW, tokoh masyarakat dan media sosial. “BPBD Kabupaten Majene berharap seluruh warga dapat lebih waspada dan turut serta dalam upaya pencegahan bencana, demi menjaga keselamatan bersama,” ujarnya.
Suardi juga memaparkan, dalam bulan Agustus sebanyak 24 kejadian kebakaran mulai dari kebakaran lahan, dan kabakaran rumah penduduk,”Lapoarn kejadian kebakaran pada bulan Agustus ini ada 24 titik, antara lain kebakaran lahan dan rumah,”pungkasnya..
Imbauan dan Pencegahan BPBD
- Jangan bakar sampah: Hindari membakar sampah, daun kering, atau sisa jerami di pekarangan maupun lahan terbuka secara sembarangan.
- Larangan buka lahan: Tidak membuka atau membersihkan lahan perkebunan/pertanian dengan cara membakar.
- Hati-hati puntung rokok: Pastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang, terutama saat berada di area kering, hutan, atau semak.
- Periksa instalasi listrik: Cek kabel dan perangkat listrik secara berkala untuk mencegah korsleting yang memicu kebakaran rumah.
- Awasi sumber api: Perhatikan penggunaan kompor, lilin, atau obat nyamuk bakar agar jauh dari benda yang mudah menyala.
Langkah Siaga di Lingkungan
- Sediakan alat pemadam: Siapkan air dalam wadah atau Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sederhana di dekat rumah.
- Simpan nomor darurat: Catat nomor penting pemadam kebakaran atau layanan darurat lokal (seperti 112) untuk laporan cepat jika terjadi titik api.
Simak penjelasan mengenai pemicu utama dan alasan mengapa kebakaran hutan serta lahan jauh lebih mudah terjadi di musim kemarau.(Ali)
