DAERAH  

Cek Internet Sulbar Digital, Kadiskominfo Sulbar Sambangi SMK Negeri 1 Rantebulahan Timur

(Diskominfo) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar

MAMASA – Upaya memastikan program pemerintah benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat terus dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Salah satunya melalui pengecekan langsung pemanfaatan jaringan internet bantuan program Sulbar Digital di sekolah.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, mengunjungi SMK Negeri 1 Rantebulahan Timur, Kabupaten Mamasa, baru-baru ini. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari monitoring penggunaan jaringan internet yang disalurkan Pemprov Sulbar ke sektor pendidikan.

Perlu Dibaca  Semangat Soul of Youth: Generasi Muda Tampilkan Pesona Tari Sulawesi Barat di TMII

Ridwan mengaku, tiba Rantebulahan saat jam pulang sekolah sehingga ia takk mendapati adanya petugas di sekolah tersebut. Meskipun demikian ia tetap melakukan pengecekan “Jadi saya hanya mengetes fungsi dan kapasitas jaringan yang ternyata bagus,” kata Ridwan.

Menurut Ridwan, kehadiran jaringan Sulbar Digital di sekolah diharapkan benar-benar menunjang proses belajar mengajar, terutama dalam pemanfaatan berbagai sumber belajar berbasis daring.

Perlu Dibaca  DKPPKB Sulbar Gandeng Polda, Perkuat Aksi Turun Lapangan Tangani Stunting

Ia menegaskan, program ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Sulbar di bawah arahan Gubernur Suhardi Duka, agar setiap program pemerintah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui akses internet yang lebih merata.

Perlu Dibaca  Junda Maulana: Penguatan Posyandu Kunci Turunkan Stunting, Kolaborasi Pusat-Provinsi-Kabupaten-Desa Wajib

“Bantuan ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh sekolah, terutama untuk mendukung pembelajaran digital dan memperluas akses siswa terhadap berbagai sumber pengetahuan,” ujar Ridwan.

Melalui program Sulbar Digital, pemerintah daerah terus mendorong percepatan transformasi digital di sektor pendidikan, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi siswa di daerah untuk mengakses pembelajaran berbasis teknologi. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *