MAJENE – JUSTICEnews.ID,
Membumikan hukum di tengah masyarakat bukan lagi sekadar wacana. Di bawah kepemimpinan Kepala Kejaksaan Negeri Majene, Andi Irfan, S.H., M.H, institusi ini terus berinovasi dengan pendekatan yang lebih humanis, komunikatif, dan menyentuh hati.
Salah satu ujung tombak program ini dijalankan oleh Kasi Intelijen, Muhammad Aslam Faradilla, S.H., yang aktif turun langsung ke lapangan. Ia hadir bukan dengan kesan kaku dan formal, melainkan dengan gaya komunikasi yang santun, terbuka, dan sangat mudah dipahami oleh semua kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga warga umum.
Dalam setiap sesi penyuluhan, Aslam selalu menanamkan pemahaman bahwa hukum adalah fondasi utama kehidupan yang aman dan tertib.
“Edukasi hukum ini penting agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya. Kami ingin menegaskan bahwa hukum hadir bukan untuk ditakuti, tetapi untuk melindungi,” tegasnya.
Tidak hanya berbicara soal pasal, ia juga rajin memberikan warning atau peringatan dini kepada masyarakat mengenai berbagai modus kejahatan yang sedang marak. Mulai dari kasus penipuan, penyalahgunaan media sosial, hingga praktik-praktik yang berpotensi merugikan, semuanya dibahas secara jelas dan lugas.
Langkah proaktif ini mendapat apresiasi luar biasa. Kehadiran aparat yang lebih dekat dan friendly dinilai mampu menghapus sekat dan membangun kepercayaan publik yang kuat.
Kini, sosok Aslam tidak hanya dikenal sebagai penegak hukum yang tegas, tetapi juga sebagai “Sahabat Masyarakat” yang siap mendengar dan membimbing warga agar tidak terjerumus dalam masalah hukum.
Dengan konsistensi ini, Kejaksaan Negeri Majene berharap kesadaran hukum akan tumbuh sejak dini. Masyarakat diharapkan semakin cerdas dan berani menjadi garda terdepan dalam mencegah tindak pidana di lingkungan masing-masing. (Lp.Syarifuddin Andi)
